Menempatkan dana dalam bentuk deposito masih menjadi pilihan banyak orang yang ingin berinvestasi dengan risiko rendah.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Jika saya menyimpan uang Rp1 miliar, berapa bunga deposito yang saya dapatkan setiap bulan?” Jawaban ini tentu bergantung pada suku bunga deposito yang ditawarkan masing-masing bank serta jangka waktu simpanan.
Berikut pengertian suku bunga deposito, faktor yang memengaruhi, hingga simulasi deposito Rp1 miliar di beberapa bank besar Indonesia tahun 2025.

Deposito adalah produk simpanan berjangka dengan suku bunga tertentu yang tidak bisa ditarik sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Artinya, dana yang ditempatkan pada deposito hanya dapat dicairkan sesuai jangka waktu yang dipilih, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
Suku bunga deposito sendiri merupakan imbalan yang diberikan bank kepada nasabah atas simpanan dana tersebut. Besarnya bunga biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase per tahun (p.a / per annum).
Secara umum, suku bunga deposito lebih tinggi dibanding tabungan biasa, meskipun cenderung lebih rendah dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). Beberapa bank kadang menawarkan bunga deposito lebih tinggi sebagai strategi untuk menarik nasabah.
Baca Juga: Deposito 1 Miliar, Bunga Berapa per Bulan? Cek Simulasinya
Ada beberapa faktor utama yang berpengaruh pada tingkat suku bunga deposito, yaitu:
Selain itu, faktor jumlah simpanan dan jangka waktu juga memengaruhi bunga deposito. Biasanya, semakin besar dana yang ditempatkan dan semakin lama jangka waktunya, bunga yang ditawarkan juga lebih tinggi.
Berdasarkan data terbaru, berikut adalah bunga deposito 2025 dari tiga bank besar Indonesia:
Nominal > Rp2 miliar
Nominal ≥ Rp5 miliar
Nominal ≥ Rp5 miliar s.d. < Rp50 miliar
Catatan: karena kita menggunakan nominal Rp1 miliar dalam simulasi, maka perbandingan ini hanya ilustrasi, sebab syarat minimum pada tabel di atas lebih besar. Namun angka tersebut bisa menjadi gambaran kondisi suku bunga deposito tahun 2025.
Baca Juga: Bunga Deposito 1 Miliar per Bulan di BNI, Mandiri, dan BRI
Perhitungan berikut menggunakan formula sederhana:
Bunga per bulan = (Nominal deposito x Suku bunga per tahun) ÷ 12
Untuk memudahkan, simulasi berikut hanya menggunakan bunga tahunan tanpa memperhitungkan pajak bunga deposito (20%).
| Jangka Waktu | Suku Bunga per Tahun | Estimasi Bunga per Bulan | Total Bunga Hingga Jatuh Tempo |
|---|---|---|---|
| 1 bulan | 3,00% | Rp2.500.000 | Rp2.500.000 |
| 2 bulan | 3,00% | Rp2.500.000 | Rp5.000.000 |
| 3 bulan | 3,00% | Rp2.500.000 | Rp7.500.000 |
| 6 bulan | 3,00% | Rp2.500.000 | Rp15.000.000 |
| 12 bulan | 3,00% | Rp2.500.000 | Rp30.000.000 |
| 24 bulan | 3,00% | Rp2.500.000 | Rp60.000.000 |
Artinya, jika Anda menempatkan deposito Rp1 miliar dengan bunga rata-rata 3% per tahun, maka bunga yang diterima sekitar Rp2,5 juta per bulan sebelum pajak.
Menjawab pertanyaan “Deposito 1 miliar, bunga berapa per bulan?”, jawabannya berkisar Rp2,25 juta – Rp3,35 juta per bulan, tergantung pada bank dan tenor yang dipilih.
Namun perlu diingat:
Jika tujuan Anda adalah menjaga nilai aset dengan risiko rendah, deposito masih menjadi pilihan menarik. Tetapi jika ingin imbal hasil lebih tinggi, mungkin bisa mempertimbangkan instrumen investasi lain seperti obligasi atau reksa dana.

Berpengalaman lebih dari 7 tahun sebagai jurnalis dan SEO Content Writer di industri media digital. Keahlian mencakup penulisan media berita hingga brand komersial, dengan komitmen kuat pada akurasi, etika jurnalistik, dan pemanfaatan tren digital terkini.
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi produk tertentu. Keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca. Konsultasikan dengan ahli keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi. Data dan informasi dapat berubah sewaktu-waktu.
Berpengalaman lebih dari 7 tahun sebagai jurnalis dan SEO Content Writer di industri media digital. Keahlian mencakup penulisan media berita hingga brand komersial, dengan komitmen kuat pada akurasi, etika jurnalistik, dan pemanfaatan tren digital terkini.